Cara Mengajarkan Anak Bahasa Asing Bagian 1

pascal-edu.com – Kalau Mama atau Papa bisa mengenalkan sendiri bahasa kedua kepada anak, mengapa tidak? Yang penting, pemerolehan bahasa pada anak usia dini didapat lewat cara bermain. Begitu pula kalau anak diberi les, dimasukkan ke kursus atau ke sekolah bilingual.

Seperti sudah dipaparkan pada tulisan sebelumnya, pembelajaran apa pun, termasuk bahasa, sebenarnya dapat diterapkan sedari usia dini. Hanya saja proses pembelajarannya ini harus dengan memerhatikan faktor-faktor yang melekat pada anak usia dini Pendekatan, metode pengajaran, dan teknik penyampaian disesuaikan dengan anak usia dini. Dengan memahami ketiga hal tersebut, maka pembelajaran bahasa Inggris akan lebih efektif. Hal ini menyenangkan bagi anak dan juga guru.

Dua Cara Penguasaan Bahasa

Ada dua cara untuk dapat menguasai bahasa, yaitu pembelajaran bahasa (language learning) dan pemerolehan bahasa (language acquisition). Perbedaan kedua hal tersebut menurut Subyantoro (2012:9) ditandai oleh (1) kesadaran pembelajaran, (2) waktu, (3) tempat, (4) motivasi dan tujuan, (5) praktik dan pelatihan, (6) umur pembelajaran, (7) alat bantu kemampuan, dan (8) pengorganisasian. Yang dimaksud pemerolehan bahasa adalah:

  • Proses peralihan bahasa di bawah sadar.
  • Prosesnya tanpa kompetensi tentang aturan bahasa.
  • Berlangsung di lingkungan keseharian.
  • Sifatnya alami dan berlangsung informal.
  • Merujuk akan tuntutan komunikasi.
  • Konsekuensinya sosial (berkaitan dengan masyarakat/lingkungan tempat tinggal.

Sedangkan pembelajaran bahasa adalah:

  • Dilakukan secara sadar.
  • Kompetensi adalah modal utama untuk menggunakan bahasa yang sedang dipelajari.
  • Berlangsung di kelas.
  • Sifatnya formal.
  • Merujuk akan tuntutan edukatif (pembelajaran).
  • Konsekuensinya pengetahuan.

Jadi, dalam pembelajaran bahasa, proses pentransferan bahasa dilakukan secara sadar dan disampaikan secara terstruktur untuk mencapai objektif pembelajaran. Sedangkan dalam pemerolehan bahasa, proses penyampaian bahasa di bawah sadar/ secara alamiah, yaitu materi disampaikan sesuai kebutuhan pembelajar dalam situasi nyata. Misalnya, anak bertanya, anak minta minum, anak menyapa teman, anak menjawab sapaan, berkomentar tentang film, dan lain-lain.

Secara sederhana, arti dari “pemerolehan” adalah “memungut” (picking it up), yaitu mengembangkan kemampuan berbahasa dalam situasi komunikatif alamiah, sebagaimana anak-anak memperoleh bahasa pertama (B1) dan (dimungkinkan pula) B2. Jadi, pada anak usia dini, proses penguasaan bahasa yang tepat adalah melalui pemerolehan bahasa, sehingga anak tidak merasa dipaksa atau terpaksa yang mengakibatkan kejenuhan. Walaupun, menurut Chaer (2005), pemerolehan bahasa berkenaan dengan bahasa pertama, sedangkan pembelajaran bahasa berkenaan dengan bahasa kedua, yang sebenarnya proses pemerolehan bahasa dapat juga diterapkan dalam proses penguasaan bahasa tambahan lain (B2, B3), seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa sekolah bilingual, atau berpengantar bahasa asing, seperti di Malaysia dalam SRJK – Sekolah Rendah Jenis Kebangsaan, berbahasa pengantar Mandarin atau Tamil, yang menelurkan murid-murid yang sangat fasih berbahasa tambahan Mandarin atau bahasa Tamil, seperti layaknya B1 mereka.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *