Makanan yang Sebaiknya Dihindari oleh Ibu Menyusui

Menyusui adalah proses yang menyenangkan sekaligus menantang. Menyusui anak secara langsung adalah bentuk ekspresi kasih sayang ibu kepada anaknya. Hal yang menantang dalam proses menyusui salah satunya adalah menjaga makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari oleh Ibu Menyusui

Selain berusaha untuk mengkonsumsi makanan sehat ibu menyusui sebagai asupan menu diet bagi ibu hamil, seorang ibu yang sedang menyusui juga harus menghindari makanan yang berdampak tidak baik bagi ASI. Beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu menyusui antara lain adalah:

  • Makanan pedas

Selama proses menyusui, terutama masa pemberian ASI eksklusif sebaiknya ibu menyusui mengurangi atau menghindari memakan makanan yang pedas. Selain karena akan mengganggu pencernaan ibu, makanan pedas yang terserap ke dalam ASI juga dapat mengganggu pencernaan bayi yang disusui.

Perhatikan reaksi bayi saat ibu mengkonsumsi makanan pedas, apakah bayi mengalami kolik, kembung atau diare? Jika hal itu terjadi, sebaiknya ibu berhenti memakan makanan pedas.

  • Makanan setengah matang

Beberapa masakan tertentu terasa lebih nikmat jika disajikan setengah matang. Seperti telur setengah matang, daging steak setengah matang dan lain-lain. Namun ibu menyusui sebaiknya menghindari memakan makanan yang dimasak setengah matang.

Sebab makanan setengah matang sangat berpotensi terkontaminasi bakteri salmonella. Jika bakteri ini masuk ke dalam tubuh ibu, maka akan mengiritasi saluran pencernaan dan usus, dapat menimbulkan demam dan beresiko terserang penyakit thypus.

  • Makanan yang mengandung pemanis buatan

Pemanis buatan umumnya digunakan pada produk makanan kemasan tertentu. Beberapa jenis makanan dan minuman yang dijual di pasaran seperti sirup, minuman berkarbonasi, permen, biskuit, wafer dan sebagainya mengandung pemanis buatan. Pemanis buatan yang umumnya digunakan adalah jenis aspartam, sakarin dan sejenisnya.

Pemanis buatan jika dikonsumsi berlebihan akan beresiko menimbulkan penyakit ginjal dan kanker saluran kemih. Dan jika kandungan pemanis buatan tersebut terserap pada ASI yang diberikan ke bayi, maka dikhawatirkan hal itu akan mengganggu tumbuh kembangnya.

Sebaiknya para ibu menyusui selalu memperhatikan komposisi makanan kemasan yang dibeli, pastikan memilih makanan sehat ibu menyusui.

  • Makanan yang mengandung pengawet

Selain makanan yang mengandung pemanis buatan, makanan berpengawet juga banyak ditemukan di supermarket dan pasar-pasar tradisional.

Beberapa jenis pengawet seperti borax dan formalin sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Karena dapat mengganggu fungsi organ-organ vital tubuh. Sebaiknya ibu menyusui berhati-hati mengkonsumsi makanan olahan yang dijual di pasaran.

Sebab jika kandungan bahan kimia yang berbahaya masuk ke dalam ASI yang diberikan kepada bayi, hal itu bisa menimbulkan penyakit laten, berbahaya pada kesehatan bayi dan tumbuh kembangnya.

  • Sayuran dan buah yang mengandung pestisida

Hampir semua sayuran dan buah yang ditanam secara konvensional diberikan pestisida dalam proses budi dayanya. Sebaiknya ibu menyusui memilih sayuran dan buah yang diolah secara organik dan terjamin bebas pestisida. Jikalau terpaksa, maka sayuran dan buah non organik dari Lemonilo sebaiknya dicuci dengan cermat menggunakan air bersih yang mengalir sebelum diolah menjadi masakan.

  • Teh dan kopi

Teh dan kopi adalah minuman yang mengandung caffeine. Meskipun di sisi lain caffeine dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks namun sebaiknya ibu menyusui mengurangi konsumsi minuman yang mengandung caffeine tersebut. Sebab caffeine dapat menghalangi penyerapan zat besi oleh tubuh. Sedangkan zat besi untuk ibu menyusui sangat diperlukan agar sel darah merah tetap sehat dan terhindar dari resiko anemia.

Itulah beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dikurangi konsumsinya atau dihindari oleh ibu menyusui.

Usahakan selalu untuk mengkonsumsi makanan sehat ibu menyusui agar ibu dan bayi selalu sehat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *