Mengejar Investor Hingga ke Luar Jawa

Demi memperbesar basis investor saham di Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisasi seputar investasi saham. Kini, otoritas bursa saham Indonesia mulai menyasar aparatur sipil negara.

JANGAN kaget kalau saat Lebaran tahun depan Anda pulang kampung dan menemukan galeri investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di kampung halaman. BEI memang tengah gencar memperbesar jumlah investor saham di Indonesia. Beberapa tahun terakhir, otoritas bursa saham cukup gencar melakukan kampanye investasi saham di daerah.

BEI antara lain mengampanyekan program Yuk Nabung Saham dan membuka galeri investasi di berbagai tempat. Misalnya di kampus, bahkan di pasar. Hasilnya lumayan. Akhir tahun lalu, jumlah investor saham yang terdaftar sebanyak 628.491 investor. Hingga pekan lalu, jumlah investor saham yang ada di BEI sudah sekitar 721.000 investor. Kini, BEI memperluas target sosialisasi kampanye investasi saham.

Otoritas bursa ini mulai menyasar pemerintah provinsi. Ini dimulai dengan pembukaan galeri investasi di lingkungan pemerintah provinsi Bangka Belitung. “BEI baru pertama kali mendirikan galeri investasi di lingkungan pemprov,” kata Hasan Fawzi, Direktur BEI, Jumat (20/7). Target utamanya tentu para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemprov.

Pendirian galeri investasi di area pemprov ini bertujuan untuk mengajarkan kepada masyarakat tentang investasi yang cermat dan cerdas. Maklum saja, masih banyak ditemukan kasus investasi bodong di wilayah Provinsi Bangka Belitung. Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengatakan, hingga saat ini kasus investasi bodong banyak merebak di provinsi yang berlokasi di pulau Sumatra tersebut. “Bahkan orang pintar dan kaya juga terbujuk untuk mengikuti investasi bodong,” kata Erzaldi, Jumat (20/7).

Erzaldi mengatakan, beberapa jebakan investasi bodong, seperti paket wisata luar negeri, kerap kali merugikan masyarakat di Bangka Belitung. Ia berkisah, seorang rekannya mengalami kerugian Rp 2 miliar akibat investasi bodong tersebut. Oleh karena itu, Erzaldi menyambut baik langkah BEI membuka galeri investasi di wilayah Bangka Belitung. Saat ini, sudah dibangun lima galeri investasi di provinsi tersebut. Potensi investor di Bangka Belitung memang cukup tinggi.

Dari 1,34 juta penduduk, jumlah masyarakat yang sudah memiliki single investor identifi cation (SID) hanya sebesar 2.793 jiwa. Hasan mengatakan, saat ini pendirian galeri investasi tersebut sudah mulai dijajaki dan tinggal menunggu persetujuan prinsip, serta mencari mitra Anggota Bursa yang akan mengelola galeri tersebut. Kemungkinan besar, galeri investasi bisa dibuka dalam 1 hingga 2 bulan yang mendatang.

Hasan juga berharap, pembukaan galeri investasi di area pemrov ini tak berhenti sampai di sini. Targetnya, pemerintah provinsi lain juga menyusul inisiatif dari pemerintah provinsi Bangka Belitung untuk ikut membuka galeri investasi. Apalagi saat ini, dibandingkan dengan jumlah investor saham yang ada di Jawa dan Bali, jumlah investor saham di daerah lain jauh lebih sedikit. Hasan menyebut, perbandingan jumlah investor Jawa dan luar Jawa 70:30. Meski demikian, jumlah investor di daerah memperlihatkan pertumbuhan yang cukup signifi kan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *